Penyebab Luka Decubitus pada Pasien dan Cara Mencegahnya

Luka decubitus atau luka tekan merupakan kerusakan pada kulit dan jaringan di bawahnya akibat tekanan yang berlangsung terlalu lama pada bagian tubuh tertentu. Kondisi ini tidak hanya dapat dialami oleh lansia, tetapi juga dapat terjadi pada pasien dari berbagai usia yang memiliki keterbatasan gerak, harus menjalani tirah baring, menggunakan kursi roda, atau tidak mampu mengubah posisi tubuh secara mandiri.

Pasien setelah operasi, mengalami stroke, cedera, kelumpuhan, penurunan kesadaran, atau penyakit tertentu juga dapat memiliki risiko mengalami luka decubitus. Oleh karena itu, memahami penyebab luka decubitus pada pasien penting bagi keluarga, caregiver, dan tenaga kesehatan agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Apa Itu Luka Decubitus?

Luka decubitus adalah kerusakan kulit dan jaringan yang biasanya terjadi pada area tubuh yang mendapatkan tekanan dalam waktu lama. Bagian tubuh yang sering terkena antara lain tulang ekor, pinggul, tumit, siku, punggung, dan bagian belakang kepala.

Tekanan yang terus-menerus dapat menghambat aliran darah menuju jaringan. Ketika jaringan tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup, kerusakan kulit dapat terjadi dan berkembang menjadi luka yang lebih serius.

Apa Saja Penyebab Luka Decubitus?

1. Tekanan dalam Waktu Lama

Tekanan berkepanjangan merupakan salah satu penyebab utama luka decubitus. Pasien yang terus berada dalam posisi berbaring atau duduk tanpa perubahan posisi berisiko mengalami tekanan pada area tubuh tertentu.

Risiko semakin tinggi apabila pasien tidak mampu mengubah posisi secara mandiri. Karena itu, pasien dengan keterbatasan mobilitas perlu mendapatkan bantuan untuk mengubah posisi secara teratur.

2. Pasien Mengalami Keterbatasan Gerak

Pasien yang mengalami stroke, kelumpuhan, cedera tulang belakang, patah tulang, atau kondisi medis lainnya dapat mengalami kesulitan bergerak.

Ketika pasien tidak dapat menggerakkan tubuh atau mengubah posisi sendiri, tekanan akan lebih lama berada pada area yang sama. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan jaringan dan munculnya luka tekan.

3. Gesekan pada Kulit

Gesekan dapat terjadi ketika kulit terus bergesekan dengan kasur, seprai, kursi, atau permukaan lainnya. Jika berlangsung berulang, gesekan dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada lapisan kulit.

Risiko juga dapat meningkat ketika pasien dipindahkan dengan cara menarik tubuh langsung di atas permukaan tempat tidur. Oleh sebab itu, proses pemindahan pasien perlu dilakukan menggunakan teknik yang tepat.

4. Pergeseran atau Shear

Shear terjadi ketika kulit dan jaringan tubuh bergerak atau tertarik ke arah yang berbeda. Kondisi ini dapat terjadi ketika posisi pasien merosot di tempat tidur, sementara kulit tetap menempel pada permukaan kasur.

Pasien yang membutuhkan bantuan untuk berpindah posisi perlu ditangani dengan hati-hati agar tekanan dan tarikan pada kulit dapat diminimalkan.

5. Kulit Terlalu Lembap

Kelembapan berlebihan dapat membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi dan kerusakan. Kondisi ini dapat terjadi karena keringat, urine, atau feses yang terlalu lama bersentuhan dengan kulit.

Pada pasien yang mengalami inkontinensia atau menggunakan popok, kebersihan kulit perlu diperhatikan secara rutin. Area yang lembap sebaiknya segera dibersihkan dan dikeringkan dengan lembut.

6. Kekurangan Nutrisi dan Cairan

Kondisi nutrisi yang kurang baik dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit dan menghambat proses penyembuhan luka. Pasien yang mengalami kesulitan makan, kehilangan nafsu makan, atau membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi perlu mendapatkan perhatian khusus.

Kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan cairan juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Bagaimana Cara Mencegah Luka Decubitus pada Pasien?

Pencegahan luka decubitus perlu dilakukan secara konsisten. Pasien yang memiliki keterbatasan gerak perlu dibantu mengubah posisi secara berkala. Kondisi kulit juga sebaiknya diperiksa secara rutin, terutama pada area yang sering mendapatkan tekanan.

Pastikan kulit tetap bersih dan kering, gunakan permukaan atau bantalan yang sesuai untuk membantu mengurangi tekanan, serta perhatikan kebutuhan nutrisi dan cairan pasien.

Jika muncul kemerahan, perubahan warna kulit, lecet, atau luka pada bagian tubuh tertentu, jangan menunggu hingga kondisi semakin parah. Segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Kesimpulan

Penyebab luka decubitus pada pasien tidak hanya berkaitan dengan usia. Siapa pun yang mengalami keterbatasan gerak, harus berbaring dalam waktu lama, menggunakan kursi roda, mengalami penurunan kesadaran, atau membutuhkan bantuan untuk mengubah posisi dapat berisiko mengalami luka tekan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan perubahan posisi secara teratur, menjaga kebersihan dan kelembapan kulit, mengurangi tekanan dan gesekan, serta memastikan kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi.

Jika Anda membutuhkan bantuan perawatan pasien di rumah, SA3 Home Care dapat membantu memenuhi kebutuhan perawatan sesuai kondisi pasien. Informasi dan pemesanan dapat dilakukan melalui:

  1. Nama Layanan: SA3 Home Care
  2. Instagram: SA3 Home Care
  3. Website: jasaperawatbandung.com
  4. Aplikasi/Pemesanan Online: ihomecare.id
  5. WhatsApp: 0823 1919 9534

Catatan: Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau penanganan langsung oleh tenaga kesehatan.

Konsultasi Sekarang