Rumah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi lansia. Namun, seiring bertambahnya usia, perubahan pada keseimbangan tubuh, kekuatan otot, penglihatan, pendengaran, maupun kemampuan bergerak dapat membuat lansia lebih mudah kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Jatuh pada lansia bukan sekadar kejadian ringan. Menurut World Health Organization (WHO), jatuh merupakan salah satu penyebab penting cedera yang tidak disengaja di seluruh dunia, dan orang berusia lanjut memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera serius akibat jatuh. Cedera tersebut dapat berupa patah tulang, cedera kepala, hingga kondisi yang menyebabkan keterbatasan aktivitas. (WHO)
Kabar baiknya, banyak faktor risiko jatuh yang dapat dikurangi. National Institute on Aging (NIA) menjelaskan bahwa pencegahan jatuh dapat dilakukan melalui kombinasi perubahan lingkungan rumah, aktivitas fisik yang membantu kekuatan dan keseimbangan, pemeriksaan penglihatan, peninjauan obat-obatan, serta langkah keselamatan lainnya. (NIA)
Karena itu, keluarga dan caregiver memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman bagi lansia.
Artikel ini membahas cara menjaga keselamatan lansia agar tidak mudah jatuh di rumah, mulai dari mengenali faktor risiko, mengamankan setiap ruangan, memperhatikan alas kaki, menjaga kekuatan tubuh, sampai mengetahui apa yang harus dilakukan jika lansia terjatuh.
Mengapa Lansia Lebih Berisiko Jatuh?
Risiko jatuh dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, penyebabnya bukan hanya faktor usia. Ada berbagai kondisi kesehatan, penggunaan obat, gangguan penglihatan, masalah keseimbangan, kelemahan otot, serta kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko.
Menurut WHO mengenai pencegahan jatuh, faktor yang berhubungan dengan jatuh pada lansia dapat mencakup gangguan keseimbangan, keterbatasan mobilitas, gangguan penglihatan, kondisi medis tertentu, efek samping obat, kurang aktivitas fisik, serta lingkungan yang tidak aman. (WHO)
NIA juga menjelaskan penyebab dan faktor risiko jatuh pada lansia, termasuk masalah kaki, alas kaki yang tidak aman, efek samping obat yang menyebabkan kantuk atau pusing, gangguan penglihatan, kelemahan otot, dan bahaya di lingkungan rumah. (NIA)
Oleh sebab itu, mencegah lansia jatuh tidak cukup hanya dengan meminta lansia berjalan lebih hati-hati. Lingkungan rumah dan kondisi kesehatan lansia juga perlu diperhatikan.
Cara Menjaga Keselamatan Lansia agar Tidak Mudah Jatuh di Rumah
Pencegahan jatuh sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Keluarga dapat mulai dengan memeriksa kondisi rumah dari ruangan ke ruangan, kemudian mengurangi berbagai benda atau situasi yang dapat membuat lansia tersandung, terpeleset, atau kehilangan keseimbangan.
1. Pastikan Lantai Rumah Tidak Licin
Lantai yang basah atau licin merupakan salah satu bahaya yang perlu diperhatikan, terutama di kamar mandi, dapur, dan area yang sering terkena air.
Segera keringkan tumpahan air atau cairan. Hindari membiarkan lantai baru dipel tanpa memastikan permukaannya sudah cukup aman untuk dilalui.
NIA merekomendasikan penggunaan permukaan antiselip pada area yang berpotensi basah, termasuk kamar mandi dan area lain yang mudah terkena air. (NIA)
Jika menggunakan karpet, pastikan karpet benar-benar melekat pada lantai dan tidak mudah bergeser.
2. Singkirkan Karpet Kecil yang Mudah Bergeser
Karpet kecil atau throw rugs yang mudah bergeser dapat menjadi salah satu sumber risiko tersandung.
Jika karpet memang diperlukan, pastikan karpet memiliki bagian bawah antiselip atau terpasang dengan kuat.
Dalam checklist keselamatan rumah untuk lansia dari CDC, keluarga dianjurkan memeriksa keberadaan karpet yang mudah bergeser dan memastikan jalur berjalan tetap aman. (CDC)
3. Pastikan Pencahayaan Rumah Cukup
Pencahayaan yang kurang dapat membuat lansia kesulitan melihat tangga, benda di lantai, atau perubahan permukaan lantai.
Pastikan ruang keluarga, lorong, tangga, kamar tidur, dan kamar mandi memiliki pencahayaan yang memadai.
NIA menyarankan pencahayaan yang baik terutama di bagian atas dan bawah tangga, serta penggunaan lampu malam di area yang sering dilewati pada malam hari. (NIA)
Untuk kamar tidur, letakkan lampu atau sakelar yang mudah dijangkau dari tempat tidur.
4. Sediakan Lampu Malam Menuju Kamar Mandi
Lansia mungkin perlu bangun pada malam hari untuk menggunakan kamar mandi. Kondisi gelap dapat meningkatkan risiko tersandung atau kehilangan keseimbangan.
Gunakan lampu malam atau night light di jalur antara tempat tidur dan kamar mandi.
CDC melalui program STEADI – Older Adult Fall Prevention juga menyediakan berbagai materi edukasi untuk membantu keluarga mengidentifikasi bahaya jatuh di rumah. (CDC)
5. Rapikan Kabel Listrik dan Barang di Lantai
Kabel listrik, pakaian, buku, sepatu, mainan, atau barang lainnya yang berada di jalur berjalan dapat menjadi penghalang.
Pastikan jalur yang biasa digunakan lansia untuk berjalan selalu bebas dari barang.
NIA dalam panduan pencegahan jatuh berdasarkan ruangan menyarankan agar area berjalan tetap rapi dan bebas dari benda seperti buku, kertas, pakaian, maupun sepatu. (NIA)
Kabel sebaiknya ditempatkan di sepanjang dinding atau diamankan sehingga tidak melintang di jalur berjalan.
Cara Membuat Kamar Mandi Lebih Aman untuk Lansia
Kamar mandi merupakan salah satu area yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena permukaannya dapat menjadi basah dan licin.
6. Pasang Pegangan di Kamar Mandi
Pegangan atau grab bars dapat membantu lansia menjaga kestabilan tubuh ketika masuk atau keluar dari area mandi maupun ketika menggunakan toilet.
NIA merekomendasikan pemasangan grab bars di dekat toilet serta area bak atau shower. (NIA)
Pemasangan sebaiknya dilakukan dengan kuat dan pada posisi yang sesuai agar benar-benar dapat digunakan sebagai pegangan.
7. Gunakan Alas Antiselip di Area Basah
Area kamar mandi sebaiknya menggunakan permukaan yang membantu mengurangi risiko terpeleset.
CDC juga memasukkan pemasangan grab bars di dalam dan luar area bathtub atau shower serta di dekat toilet sebagai salah satu langkah untuk membuat rumah lebih aman bagi lansia. (CDC)
8. Pastikan Lantai Kamar Mandi Tidak Tergenang
Air yang menggenang dapat membuat permukaan lantai semakin licin.
Setelah lansia mandi, pastikan lantai tidak terlalu basah dan jalur keluar dari kamar mandi dapat digunakan dengan aman.
Jika lansia memiliki gangguan keseimbangan, keluarga dapat mempertimbangkan bantuan saat lansia melakukan aktivitas yang berisiko.
Cara Membuat Tangga Lebih Aman untuk Lansia
Tangga merupakan area yang membutuhkan perhatian karena kehilangan keseimbangan dapat menyebabkan lansia jatuh dari ketinggian.
9. Pasang Pegangan Tangga yang Kokoh
Pastikan tangga memiliki pegangan yang kuat dan mudah digenggam.
NIA menyarankan agar tangga memiliki pegangan pada kedua sisi dan pegangan tersebut terpasang dengan aman. (NIA)
Jika lansia menggunakan tangga secara rutin, jangan biarkan barang diletakkan di anak tangga.
10. Pastikan Anak Tangga Tidak Rusak atau Tidak Rata
Anak tangga yang rusak, tidak rata, atau licin dapat meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan.
Periksa tangga secara berkala dan segera perbaiki bagian yang rusak.
CDC juga memasukkan pemeriksaan anak tangga yang rusak atau tidak rata dalam home fall prevention checklist. (CDC)
11. Berikan Pencahayaan di Atas dan Bawah Tangga
Pastikan tersedia sakelar lampu yang mudah digunakan di bagian atas dan bawah tangga.
Untuk area yang sering gelap, lampu otomatis dengan sensor gerak dapat menjadi pilihan untuk membantu menerangi jalur ketika seseorang mulai berjalan.
Cara Menjaga Keselamatan Lansia di Kamar Tidur
Kamar tidur juga perlu diperhatikan karena lansia sering berpindah dari posisi berbaring ke berdiri, terutama pada malam hari.
12. Letakkan Lampu Dekat Tempat Tidur
Lampu harus mudah dijangkau sehingga lansia tidak perlu berjalan dalam kondisi gelap untuk menyalakannya.
NIA merekomendasikan agar lampu dan sakelar mudah dijangkau dari tempat tidur. (NIA)
13. Pastikan Jalur dari Tempat Tidur ke Kamar Mandi Bebas Hambatan
Jangan meletakkan kursi, kardus, kabel, atau benda lainnya di jalur menuju kamar mandi.
Jika jalur tersebut digunakan pada malam hari, gunakan lampu malam.
14. Anjurkan Lansia Bangun Secara Perlahan
Sebagian lansia dapat mengalami pusing ketika bangun terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring.
NIA memasukkan kebiasaan berdiri secara perlahan sebagai salah satu langkah untuk membantu mengurangi risiko jatuh. (NIA)
Jika lansia sering mengalami pusing atau merasa hampir jatuh ketika berdiri, sebaiknya kondisi tersebut dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
Perhatikan Alas Kaki Lansia
15. Pilih Sepatu yang Stabil dan Tidak Mudah Lepas
Alas kaki juga dapat memengaruhi kestabilan saat berjalan.
Hindari alas kaki yang terlalu longgar, licin, atau mudah terlepas ketika digunakan berjalan di rumah.
CDC merekomendasikan penggunaan alas kaki yang kokoh dan sesuai ukuran sebagai salah satu bagian dari pencegahan jatuh pada lansia. (CDC)
Jika lansia memiliki masalah pada kaki atau merasa sakit ketika berjalan, sebaiknya kondisi tersebut diperiksa oleh tenaga kesehatan.
Perhatikan Penglihatan Lansia
16. Lakukan Pemeriksaan Mata Secara Berkala
Gangguan penglihatan dapat membuat lansia lebih sulit melihat benda yang menghalangi jalan atau memperkirakan perubahan permukaan.
CDC menyarankan lansia untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala dan memperbarui kacamata apabila diperlukan. (CDC)
Penglihatan yang lebih baik bukan berarti menghilangkan seluruh risiko jatuh, tetapi membantu lansia mengenali lingkungan dengan lebih baik.
Perhatikan Obat yang Dikonsumsi Lansia
17. Diskusikan Efek Samping Obat dengan Tenaga Kesehatan
Beberapa obat dapat menimbulkan efek seperti mengantuk, pusing, atau gangguan keseimbangan pada sebagian orang.
WHO mencantumkan efek samping obat sebagai salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan risiko jatuh. (WHO)
NIA juga menyarankan lansia untuk mengetahui kemungkinan efek samping obat, terutama apabila obat menyebabkan kantuk atau pusing. (NIA)
Namun, keluarga tidak boleh menghentikan atau mengubah dosis obat sendiri. Jika ada kekhawatiran mengenai efek obat, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
Bantu Lansia Menjaga Kekuatan dan Keseimbangan Tubuh
18. Lakukan Aktivitas Fisik yang Sesuai Kemampuan
Selain memperbaiki lingkungan rumah, kondisi fisik lansia juga perlu diperhatikan.
Latihan yang sesuai dapat membantu menjaga kekuatan dan keseimbangan. WHO dalam panduan Step Safely memasukkan latihan kekuatan dan keseimbangan sebagai salah satu strategi berbasis bukti untuk membantu mencegah jatuh pada lansia. (WHO)
Jenis latihan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan lansia. Jika lansia memiliki penyakit tertentu atau gangguan mobilitas, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
19. Jangan Memaksakan Aktivitas yang Terlalu Berat
Tujuan aktivitas fisik bukan membuat lansia kelelahan, tetapi membantu mempertahankan kemampuan bergerak sesuai kondisi.
Jika lansia mengalami nyeri, sesak, pusing, atau keluhan lain ketika melakukan aktivitas, hentikan aktivitas dan konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.
Peran Keluarga dan Caregiver dalam Mencegah Lansia Jatuh
Pencegahan jatuh bukan hanya tanggung jawab lansia. Keluarga dan caregiver juga memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang aman.
NIA menyediakan Home Safety Checklist yang dapat digunakan untuk memeriksa kondisi rumah dari ruangan ke ruangan dan menemukan potensi bahaya bagi lansia. (NIA)
Keluarga dapat melakukan pemeriksaan secara berkala dengan memperhatikan:
- Apakah lantai licin?
- Apakah ada karpet yang mudah bergeser?
- Apakah kabel melintang di jalur berjalan?
- Apakah tangga memiliki pegangan?
- Apakah kamar mandi memiliki pegangan yang kokoh?
- Apakah pencahayaan cukup?
- Apakah jalan menuju kamar mandi aman pada malam hari?
- Apakah barang yang sering digunakan mudah dijangkau?
- Apakah lansia menggunakan alas kaki yang aman?
- Apakah lansia sering merasa pusing atau kehilangan keseimbangan?
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan kembali ketika kondisi atau kemampuan lansia berubah.
Jangan Biarkan Lansia Mengambil Barang di Tempat Tinggi
Barang yang sering digunakan sebaiknya ditempatkan pada posisi yang mudah dijangkau.
Lansia sebaiknya tidak perlu berdiri di atas kursi, meja, atau benda lain untuk mengambil barang.
NIA menyarankan agar barang yang sering digunakan diletakkan dalam jangkauan yang mudah dan tidak mengharuskan lansia berdiri di kursi atau meja. (NIA)
Jika barang berada di tempat tinggi, mintalah bantuan keluarga atau caregiver.
Atur Perabot Rumah agar Jalur Berjalan Lebih Luas
Perabot yang terlalu banyak dapat membuat jalur berjalan menjadi sempit.
Kursi, meja kecil, rak, dan benda dekorasi sebaiknya tidak menghalangi jalur yang sering digunakan lansia.
Jika lansia menggunakan tongkat atau alat bantu jalan, berikan ruang yang cukup agar alat tersebut dapat digunakan dengan nyaman.
Gunakan Alat Bantu Jalan Jika Memang Dibutuhkan
Sebagian lansia membutuhkan tongkat atau walker untuk membantu menjaga kestabilan.
Namun, penggunaan alat bantu sebaiknya sesuai dengan kebutuhan dan cara penggunaan yang tepat.
NIA memasukkan penggunaan tongkat atau walker jika lansia membutuhkan stabilitas tambahan sebagai salah satu langkah pencegahan jatuh. (NIA)
Jika keluarga tidak yakin alat bantu mana yang tepat atau bagaimana cara menggunakannya, konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau fisioterapis.
Perlukah Lansia Didampingi Saat Beraktivitas?
Tidak semua lansia harus selalu didampingi. Namun, lansia yang memiliki risiko jatuh tinggi mungkin membutuhkan bantuan atau pengawasan dalam aktivitas tertentu.
Contohnya ketika:
- menggunakan kamar mandi;
- naik atau turun tangga;
- berpindah dari tempat tidur ke kursi;
- berjalan ketika sedang lemah atau pusing;
- melakukan aktivitas yang membutuhkan keseimbangan;
- berada di lingkungan yang belum familiar.
WHO juga menyarankan agar lansia memperoleh bantuan ketika membutuhkannya untuk aktivitas tertentu seperti memasak, membersihkan rumah, dan perawatan pribadi. (WHO)
Pendampingan sebaiknya dilakukan dengan tetap menghargai kemampuan dan kemandirian lansia.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Lansia Jatuh?
Meskipun sudah dilakukan pencegahan, jatuh tetap dapat terjadi.
Jika lansia jatuh, jangan langsung menarik atau memaksa lansia berdiri. Periksa terlebih dahulu apakah ada nyeri, perdarahan, benturan kepala, atau kemungkinan cedera lainnya.
NIA memberikan panduan mengenai apa yang perlu dilakukan setelah seseorang jatuh, termasuk tetap tenang, menilai apakah ada cedera, dan meminta bantuan jika lansia terluka atau tidak mampu bangun sendiri. (NIA)
Jika lansia mengalami cedera serius, penurunan kesadaran, nyeri hebat, perdarahan, kesulitan bernapas, atau kondisi lain yang mengkhawatirkan, segera cari pertolongan medis.
Jika lansia tidak mengalami cedera yang terlihat tetapi tidak mampu bangun sendiri, jangan memaksanya berdiri. Minta bantuan tenaga kesehatan atau layanan darurat yang sesuai.
Kapan Lansia Perlu Diperiksa oleh Tenaga Kesehatan?
Lansia sebaiknya mendapatkan evaluasi medis apabila sering jatuh, hampir jatuh, merasa tidak stabil ketika berjalan, sering mengalami pusing, atau mengalami perubahan kemampuan bergerak.
Jatuh berulang dapat menjadi tanda adanya faktor risiko yang perlu dievaluasi lebih lanjut.
Evaluasi dapat membantu mengetahui apakah terdapat masalah pada:
- keseimbangan;
- kekuatan otot;
- penglihatan;
- tekanan darah;
- penggunaan obat;
- kondisi kaki;
- kemampuan berjalan;
- atau kondisi kesehatan lainnya.
Jika lansia pernah jatuh, keluarga sebaiknya tidak hanya memperbaiki bagian rumah yang dianggap menjadi penyebab. Faktor kesehatan lansia juga perlu diperiksa.
Checklist Keselamatan Lansia agar Tidak Mudah Jatuh di Rumah
Berikut checklist sederhana yang dapat digunakan keluarga:
Area lantai:
- Lantai tidak licin.
- Tidak ada barang berserakan.
- Karpet tidak mudah bergeser.
- Kabel tidak melintang di jalur berjalan.
Tangga:
- Ada pegangan yang kokoh.
- Anak tangga tidak rusak.
- Tangga memiliki pencahayaan yang cukup.
- Tidak ada barang yang diletakkan di anak tangga.
Kamar mandi:
- Tersedia pegangan.
- Lantai menggunakan permukaan antiselip.
- Tidak ada genangan air.
- Pencahayaan cukup.
Kamar tidur:
- Lampu mudah dijangkau dari tempat tidur.
- Jalur menuju kamar mandi bebas hambatan.
- Tersedia lampu malam.
- Telepon dapat dijangkau jika diperlukan.
Kondisi lansia:
- Penglihatan diperiksa secara berkala.
- Obat ditinjau bersama tenaga kesehatan bila ada efek samping yang mengkhawatirkan.
- Lansia menggunakan alas kaki yang aman.
- Aktivitas fisik dilakukan sesuai kemampuan.
- Alat bantu digunakan jika memang diperlukan.
Checklist tersebut sejalan dengan prinsip pemeriksaan keselamatan rumah yang direkomendasikan oleh CDC STEADI dan National Institute on Aging. (CDC; NIA)
Peran Home Care dalam Menjaga Keselamatan Lansia di Rumah
Bagi keluarga yang memiliki lansia dengan keterbatasan mobilitas atau membutuhkan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari, layanan home care dapat menjadi salah satu bentuk dukungan perawatan di rumah.
Tenaga profesional dapat membantu keluarga memantau kondisi lansia sesuai jenis layanan yang diberikan, mendukung aktivitas perawatan, memberikan edukasi, serta membantu mengidentifikasi kebutuhan pasien.
NIA juga menjelaskan bahwa setelah lansia mengalami jatuh, dokter dapat merekomendasikan kunjungan occupational therapist, physical therapist, atau perawat ke rumah untuk menilai keamanan lingkungan dan memberikan saran perubahan yang dapat menurunkan risiko jatuh. (NIA)
Dalam konteks ini, home care bukan berarti menggantikan pemeriksaan dokter atau pelayanan rumah sakit. Home care merupakan bagian dari dukungan perawatan yang perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
Kesimpulan
Menjaga keselamatan lansia agar tidak mudah jatuh di rumah membutuhkan kombinasi antara lingkungan rumah yang aman, kondisi fisik yang terjaga, penggunaan obat yang diperhatikan, pemeriksaan penglihatan, serta pendampingan yang sesuai.
Langkah sederhana seperti menghilangkan karpet yang mudah bergeser, merapikan kabel, memastikan pencahayaan cukup, memasang pegangan di kamar mandi dan tangga, menjaga lantai tetap kering, serta menyediakan jalur berjalan yang bebas hambatan dapat membantu mengurangi berbagai bahaya di rumah.
Namun, pencegahan jatuh tidak hanya berkaitan dengan kondisi rumah. Keluarga juga perlu memperhatikan kemampuan berjalan, keseimbangan, kekuatan tubuh, penglihatan, alas kaki, serta kemungkinan efek samping obat yang dikonsumsi lansia. WHO, CDC, dan NIA sama-sama menekankan pendekatan yang melibatkan faktor lingkungan dan faktor individu dalam pencegahan jatuh. (WHO; CDC; NIA)
Bagi keluarga yang merawat lansia di rumah, pemeriksaan keselamatan sebaiknya dilakukan secara berkala karena kebutuhan dan kemampuan lansia dapat berubah dari waktu ke waktu.
Dengan rumah yang lebih aman, perhatian terhadap kondisi kesehatan, aktivitas yang sesuai kemampuan, serta dukungan keluarga atau tenaga profesional bila diperlukan, lansia dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lingkungan yang lebih mendukung keselamatan dan kemandirian.
Pesan Layanan SA3 Home Care
Jika keluarga membutuhkan tenaga pendamping untuk perawatan pasien di rumah, Anda dapat berkonsultasi dengan SA3 Home Care mengenai kondisi dan kebutuhan pasien.
Sampaikan kondisi pasien, aktivitas yang membutuhkan bantuan, tingkat kemandirian, jadwal keluarga, serta durasi pendampingan yang diharapkan agar layanan dapat disesuaikan.
Untuk pemesanan secara digital, keluarga juga dapat menggunakan ihomecare.id sebagai jalur pemesanan layanan home care.
SA3 Home Care
🌐 Website: jasaperawatbandung.com
📷 Instagram: @sa3homecare
📱 Pemesanan digital: ihomecare.id
📞 Hubungi SA3 Home Care melalui WhatsApp untuk konsultasi dan pemesanan layanan.
Mengenal ihomecare.id
ihomecare.id merupakan jalur pemesanan digital yang dapat digunakan keluarga untuk mencari dan memesan layanan home care.
Keluarga dapat menggunakan jalur digital tersebut untuk memulai proses pemesanan caregiver maupun perawat home care dari rumah.
Dengan adanya ihomecare.id sebagai jalur pemesanan digital, keluarga memiliki pilihan tambahan ketika membutuhkan tenaga pendamping untuk membantu perawatan atau aktivitas pasien di rumah.
