7 Cara Mencegah Lansia Jatuh di Rumah agar Tetap Aman
Jatuh merupakan salah satu risiko yang perlu diperhatikan saat orang lanjut usia. Seiring bertambahnya usia, sebagian lansia mengalami perubahan keseimbangan, kekuatan otot, penglihatan, atau kemampuan berjalan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko jatuh ketika mereka beraktivitas di rumah.
Jatuh tidak selalu terjadi karena lansia berjalan terlalu cepat. Lantai yang licin, pencahayaan yang kurang, dan barang yang berserakan juga dapat menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, keluarga perlu menciptakan lingkungan yang aman sekaligus membantu lansia tetap aktif sesuai kemampuannya.
Biasanya lansia jatuh di rumah tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko dan membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih aman.
Mengapa Lansia Lebih Berisiko Mengalami Jatuh?
Proses penuaan dapat mempengaruhi kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, dan penglihatan. Akibatnya, aktivitas seperti berdiri dari kursi, berjalan ke kamar mandi, atau menaiki tangga bisa menjadi lebih sulit.
Beberapa kondisi kesehatan juga dapat meningkatkan risiko jatuh. Contohnya adalah gangguan saraf, nyeri sendi, tekanan darah yang turun saat berdiri, serta efek samping obat tertentu.
Selain faktor kesehatan, kondisi rumah juga ikut berpengaruh. Karpet yang mudah bergeser, kabel di jalur berjalan, dan kamar mandi yang licin dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Keluarga sebaiknya memperhatikan perubahan kemampuan lansia. Jika orang tua mulai sering berpegangan pada dinding atau merasa tidak stabil saat berjalan, jangan berpikir sebagai bagian normal dari penuaan. Pemeriksaan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan alasannya.
7 Cara Menangis Lansia Jatuh di Rumah
1. Pastikan Jalur Berjalan Bebas Hambatan
Mulailah dengan memeriksa area yang sering dilalui lansia. Singkirkan kardus, kabel, mainan, dan barang lain yang dapat membuat mereka inginkan.
Atur furnitur agar tersedia ruang yang cukup untuk berjalan. Pastikan pula jalur menuju kamar tidur, kamar mandi, dan ruang keluarga mudah dilewati.
Jika menggunakan karpet, pilih karpet yang tidak mudah bergeser. Jangan menempatkan keset tipis di jalur utama. Langkah sederhana ini membantu lansia bergerak dengan lebih aman.
2. Memisahkan Rumah
Pencahayaan yang baik membantu lansia melihat perubahan permukaan lantai dan mengenali penghalang. Pastikan kamar tidur, lorong, tangga, serta kamar mandi memiliki penerangan yang cukup.
Sediakan lampu tidur yang mudah dijangkau. Lampu otomatis juga dapat membantu ketika lansia perlu bangun pada malam hari.
Periksa pula apakah saklar lampu mudah ditemukan. Lansia tidak seharusnya berjalan dalam keadaan gelap hanya untuk menyalakan lampu.
3. Membuat Kamar Mandi Lebih Aman
Kamar mandi merupakan area yang perlu mendapat perhatian khusus. Air dan sabun dapat membuat lantai menjadi licin, terutama lansia saat sedang mandi atau berpindah posisi.
Gunakan alas antiselip yang sesuai dan terpasang dengan kuat. Menempatkan pegangan di dekat toilet atau area mandi jika dibutuhkan.
Kursi mandi dapat membantu lansia yang sulit berdiri dalam waktu lama. Namun, pemilihan alat dan pemasangannya perlu disesuaikan dengan kondisi pengguna. Handuk tidak boleh digunakan sebagai pengganti pegangan keselamatan.
4. Gunakan Alas Kaki yang Sesuai
Lansia sebaiknya menggunakan alas kaki yang pas, tidak mudah terlepas, dan memiliki sol antiselip. Hindari sandal longgar yang membuat kaki mudah terangkut.
Jika lansia menggunakan alat bantu berjalan, seperti tongkat atau walker, pastikan alat tersebut sesuai dengan kebutuhan dan digunakan dengan benar. Tenaga kesehatan dapat membantu menilai kebutuhan alat bantu yang tepat.
5. Latih Kekuatan dan Keseimbangan
Aktivitas fisik yang sesuai dapat membantu menjaga kekuatan otot dan keseimbangan. Contohnya meliputi berjalan sesuai kemampuan, latihan duduk dan berdiri dengan pengawasan, atau latihan yang direkomendasikan fisioterapis.
Jangan menonton latihan ketika lansia merasa pusing, sesak, atau nyeri. Jika memiliki penyakit tertentu atau riwayat jatuh, konsultasikan jenis latihan yang aman kepada tenaga kesehatan.
6.Memperhatikan Obat dan Kondisi Kesehatan
Sebagian obat dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau perubahan tekanan darah. Jika lansia terlihat lebih sering kehilangan keseimbangan setelah perubahan pengobatan, konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker.
Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat sendiri. Pemeriksaan penglihatan, pendengaran, dan kondisi kesehatan secara berkala juga dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko.
Lansia yang memiliki gangguan keseimbangan mungkin membutuhkan bantuan ketika berdiri, berjalan, atau mandi. Pendampingan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan mereka.
Berikan kesempatan kepada lansia untuk melakukan aktivitas yang masih dapat dilakukan secara mandiri. Membantu pada bagian yang berisiko, bukan mengambil alih semua kegiatan.
Pendekatan ini dapat menjaga keselamatan sekaligus mempertahankan rasa percaya diri dan kemandirian lansia.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Lansia Terjatuh?
Tetap tenang dan periksa kondisi lansia sebelum memindahkannya. Jika mengalami nyeri hebat, pendarahan serius, perubahan kesadaran, atau diduga mengalami cedera kepala, leher, maupun tulang belakang, jangan memaksakan tubuhnya untuk berdiri. Segera cari pertolongan medis.
Jika lansia menggunakan obat pengencer darah dan mengalami benturan kepala, segera dapatkan penilaian medis meskipun gejala awal tampak ringan.
Setelah kejadian, catat bagaimana jatuh terjadi dan konsultasikan alasannya kepada energi kesehatan. Langkah ini membantu keluarga memperbaiki lingkungan serta mengurangi risiko kejadian berikutnya.
Kapan Keluarga Membutuhkan Pendamping Lansia?
Tidak semua keluarga dapat mendampingi orang tua sepanjang hari. Pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, dan kebutuhan keluarga lainnya dapat menjadikan pendampingan menjadi tantangan.
Dalam situasi tersebut, caregiver atau perawat home care dapat membantu sesuai kebutuhan. Bentuk bantuan dapat berupa pendampingan mobilitas, bantuan aktivitas sehari-hari, dan pemantauan kondisi sesuai ruang lingkup layanan.
Keluarga tetap perlu menjelaskan kondisi lansia secara terbuka agar bentuk bantuan yang dipilih sesuai. Pendampingan profesional juga bukan pengganti pemeriksaan medis lansia jika mengalami keluhan kesehatan.
Informasi Layanan SA3 Perawatan Rumah
Jika keluarga membutuhkan tenaga pendamping untuk perawatan pasien di rumah, Anda dapat berkonsultasi dengan SA3 Home Care mengenai kondisi dan kebutuhan pasien.
Sampaikan kondisi pasien, aktivitas yang membutuhkan bantuan, tingkat kemandirian, jadwal keluarga, serta durasi pendampingan yang diharapkan agar layanan dapat disesuaikan.
Untuk pemesanan secara digital, keluarga juga dapat menggunakan ihomecare.id sebagai jalur pemesanan layanan home care.
Perawatan di Rumah SA3
Situs web: jasaperawatbandung.com
Instagram: @sa3homecare
Pemesanan digital: ihomecare.id
WhatsApp: 082319199534
Mengenali ihomecare.id
ihomecare.id merupakan jalur pemesanan digital yang dapat digunakan keluarga untuk mencari dan memesan layanan home care.
Keluarga dapat menggunakan jalur digital tersebut untuk memulai proses pemesanan caregiver maupun perawat home care dari rumah. Dengan begitu, keluarga memiliki pilihan tambahan ketika membutuhkan tenaga pendamping untuk membantu perawatan atau aktivitas pasien.
Butuh pendamping untuk membantu aktivitas lansia di rumah? Hubungi SA3 Home Care untuk membicarakan kebutuhan pendampingan yang sesuai.




