Mengapa pasien yang lama terbaring memerlukan perhatian khusus?
Pasien yang harus berbaring dalam waktu lama dapat mengalami penurunan kekuatan otot dan kemampuan bergerak. Aktivitas sederhana, seperti duduk atau berdiri, mungkin terasa lebih sulit setelah tubuh jarang digunakan untuk bergerak.
Kurangnya mobilitas juga dapat meningkatkan risiko kekakuan sendi, gangguan sirkulasi, dan luka tekan. Oleh karena itu, aktivitas gerak perlu menjadi bagian dari rencana perawatan jika kondisi pasien memungkinkan.
Namun, tidak semua pasien boleh melakukan latihan yang sama. Pasien setelah operasi, mengalami patah tulang, atau memiliki kondisi jantung dan pernapasan tertentu mungkin memerlukan bantuan gerak.
Kenali jenis latihan gerak
Secara umum, latihan gerak dapat dibedakan menjadi gerakan aktif dan pasif. Gerakan aktif dilakukan oleh pasien sendiri sesuai kemampuannya. Sementara itu, gerakan pasif dilakukan dengan bantuan orang lain ketika pasien tidak mampu menggerakkan anggota tubuhnya secara mandiri.
Jenis latihan, jumlah tambahan, dan frekuensinya perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Mintalah panduan dokter atau fisioterapis sebelum memulai, terutama jika pasien memiliki kondisi medis yang kompleks.
Hal yang perlu dipersiapkan sebelum latihan
Pastikan pasien berada dalam posisi yang nyaman dan lingkungan sekitarnya aman. Singkirkan benda yang dapat mengganggu gerakan. Jika pasien menggunakan selang atau alat medis, perhatikan posisinya agar tidak tertarik.
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. Tanyakan apakah pasien mengalami nyeri, pusing, atau sesak napas sebelum latihan dimulai.
Contoh aktivitas gerak ringan
1. Gerakan tangan dan jari
Jika diperbolehkan, pasien dapat membuka dan menutup jari secara perlahan. Pasien juga dapat menggerakkan pergelangan tangannya dalam batas yang nyaman.
Gerakan ini membantu pasien tetap menggunakan otot tangan. Jangan memaksa gerakan jika pasien merasa nyeri atau memiliki gerakan.
2. Gerakan kaki sesuai kemampuan
Pasien yang mampu menggerakkan jari kaki atau melakukan gerakan pergelangan tangan kaki secara perlahan. Gerakan ini harus disesuaikan dengan kondisi pasien.
Jangan melakukan latihan pada pelatihan yang mengalami cedera atau aktivitas gerak tanpa persetujuan tenaga kesehatan.
3. Perubahan posisi
Perubahan posisi secara teratur dapat membantu mengurangi tekanan berkepanjangan pada satu area tubuh. Jadwal perubahan posisi perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, kemampuan bergerak, dan rencana perawatan pasien.
Jika pasien tidak mampu mengubah posisi sendiri, mintalah tenaga kesehatan mengajarkan teknik yang aman bagi pasien dan orang yang membantu.
4. Latihan duduk dengan bantuan
Sebagian besar pasien dapat mulai berlatih duduk setelah mendapat persetujuan tenaga kesehatan. Kegiatan ini harus dilakukan dengan pengawasan sesuai kemampuan pasien.
Jangan memaksakan pasien untuk duduk jika ia mengalami pusing, sesak, nyeri, atau tidak mampu menjaga keseimbangan.
Tanda latihan harus dihentikan
Hentikan latihan jika pasien mengalami nyeri baru, sesak napas, pusing berat, keringat dingin, atau tampak sangat lemah. Cari bantuan medis sesuai tingkat keparahan gejala.
Jangan menganggap semua rasa tidak nyaman sebagai hal normal. Perubahan kondisi pasien perlu diukur sebelum latihan dilanjutkan.
Dukung Perawatan dan Mobilitas Pasien Bersama SA3 Home Care
Pasien yang lama terbaring mungkin membutuhkan bantuan untuk kebersihan diri, perubahan posisi, dan aktivitas harian. Keluarga perlu memahami batas kemampuan pasien agar tidak memaksa tindakan yang berisiko.
SA3 Home Care menyediakan layanan jasa perawat di rumah untuk mendukung kebutuhan perawatan pasien sesuai kondisi dan kebutuhan keluarga. Latihan gerak harus mengikuti rencana tenaga kesehatan, sedangkan tindakan rehabilitasi khusus perlu dilakukan sesuai arahan profesional yang berwenang.
Nama Layanan: SA3 Home Care
Instagram: SA3 Home Care
WhatsApp: 0823 1919 9534




