Memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi merupakan salah satu aktivitas yang sering dilakukan dalam perawatan pasien di rumah. Aktivitas ini terlihat sederhana, tetapi pada pasien yang mengalami kelemahan tubuh, gangguan keseimbangan, stroke, pascaoperasi, atau keterbatasan mobilitas, proses berpindah dapat menjadi cukup sulit dan berisiko.
Kesalahan saat membantu pasien berpindah dapat menyebabkan pasien kehilangan keseimbangan, terjatuh, atau mengalami cedera. Pendamping juga dapat mengalami cedera punggung apabila mengangkat atau menarik tubuh pasien dengan posisi yang tidak tepat. NHS menjelaskan bahwa teknik moving and handling yang aman penting untuk melindungi pasien sekaligus mencegah cedera pada orang yang memberikan perawatan.
Karena itu, sebelum membantu pasien berpindah dari tempat tidur ke kursi, kemampuan pasien perlu diperhatikan terlebih dahulu. Tidak semua pasien dapat dipindahkan dengan cara yang sama.

Kapan Pasien Membutuhkan Bantuan Berpindah dari Tempat Tidur ke Kursi?
Pasien mungkin membutuhkan bantuan ketika tidak mampu berpindah secara mandiri atau memiliki risiko kehilangan keseimbangan. Kondisi ini dapat terjadi sementara maupun dalam jangka waktu yang lebih lama.
Beberapa kondisi yang dapat membuat pasien membutuhkan bantuan antara lain:
- Pasien lansia yang mengalami kelemahan fisik.
- Pasien setelah menjalani operasi.
- Pasien yang mengalami stroke.
- Pasien dengan keterbatasan mobilitas.
- Pasien yang terlalu lama menjalani bedrest.
- Pasien dengan gangguan keseimbangan.
- Pasien yang mengalami cedera.
- Pasien yang mudah lelah ketika berdiri.
- Pasien yang menggunakan alat bantu berjalan.
- Pasien yang membutuhkan pengawasan saat berpindah.
Pasien yang masih mampu membantu dengan menggerakkan tubuhnya sendiri sebaiknya tetap diberikan kesempatan untuk berpartisipasi sesuai kemampuannya. NHS juga menyarankan agar pasien didorong untuk bergerak secara mandiri apabila kondisi mereka memungkinkan.
Periksa Kondisi Pasien Sebelum Dipindahkan
Sebelum memulai proses pemindahan, pendamping perlu mengetahui apakah pasien mampu membantu dirinya sendiri. Perhatikan apakah pasien dapat duduk, berdiri, menopang sebagian berat badan, dan mengikuti instruksi sederhana.
Pasien yang mampu berdiri dengan bantuan ringan tentu membutuhkan metode yang berbeda dengan pasien yang sama sekali tidak mampu menopang tubuhnya.
Jika pasien tidak mampu menopang berat badannya atau memiliki kondisi medis tertentu yang membuat perpindahan berisiko, jangan memaksakan pemindahan secara manual. Pasien dapat membutuhkan alat bantu atau bantuan dari tenaga kesehatan yang terlatih.
Persiapkan Kursi dan Lingkungan Sekitar
Sebelum pasien dipindahkan, pastikan area antara tempat tidur dan kursi cukup luas untuk melakukan perpindahan. Singkirkan benda yang dapat menghalangi kaki pasien atau membuat pendamping kehilangan keseimbangan.
Kursi juga harus berada dalam posisi yang sesuai dan stabil. Jika menggunakan kursi roda, pastikan rem sudah terpasang sebelum proses perpindahan dilakukan.
Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:
- Jalur antara tempat tidur dan kursi tidak terhalang.
- Lantai tidak licin.
- Kursi berada di posisi yang mudah dijangkau.
- Roda kursi roda terkunci.
- Barang yang tidak diperlukan disingkirkan.
- Pencahayaan cukup.
- Alat bantu pasien berada di tempat yang mudah dijangkau.
Atur Posisi Tempat Tidur
Ketinggian tempat tidur dapat memengaruhi proses perpindahan. Tempat tidur sebaiknya berada pada posisi yang memungkinkan pasien dan pendamping melakukan perpindahan dengan aman tanpa harus membungkuk atau menarik tubuh pasien secara berlebihan.
Jika menggunakan tempat tidur yang dapat diatur ketinggiannya, posisinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan teknik pemindahan yang digunakan.
Pendamping juga sebaiknya menghindari posisi tubuh yang terlalu membungkuk atau memutar ketika membantu pasien. Teknik pemindahan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko cedera punggung bagi pendamping.
Jelaskan Proses kepada Pasien
Sebelum memulai, jelaskan kepada pasien bahwa mereka akan dibantu berpindah dari tempat tidur ke kursi. Berikan instruksi sederhana dan pastikan pasien memahami apa yang perlu dilakukan.
Misalnya, pasien dapat diminta untuk duduk terlebih dahulu, menempatkan kaki pada posisi yang stabil, kemudian mengikuti aba-aba ketika berdiri.
Komunikasi penting karena pasien dan pendamping perlu melakukan gerakan secara bersamaan. Hindari memindahkan pasien secara tiba-tiba tanpa memberikan penjelasan.
Membantu Pasien Duduk di Tepi Tempat Tidur
Jika pasien masih berbaring, proses biasanya perlu dilakukan secara bertahap. Pasien dapat dibantu untuk mengubah posisi hingga duduk di tepi tempat tidur sesuai kemampuan dan instruksi tenaga kesehatan.
Setelah pasien duduk, jangan langsung meminta pasien berdiri. Berikan waktu agar pasien merasa stabil terlebih dahulu.
Perhatikan apakah pasien terlihat pusing, lemas, atau kehilangan keseimbangan. Jika muncul keluhan tersebut, proses perpindahan sebaiknya dihentikan sementara dan kondisi pasien diperhatikan.
Membantu Pasien Berdiri
Jika pasien masih mampu berdiri dengan bantuan, pastikan kedua kaki berada pada posisi yang stabil sebelum pasien mencoba berdiri.
Pendamping dapat memberikan instruksi sederhana dan menggunakan teknik yang telah diajarkan oleh tenaga kesehatan. Hindari menarik tangan pasien secara tiba-tiba atau mengangkat seluruh berat badan pasien dengan kekuatan tubuh pendamping.
Jika pasien tidak mampu berdiri dengan aman, jangan memaksakan perpindahan hanya dengan mengandalkan tenaga pendamping.
Mengarahkan Pasien Menuju Kursi
Setelah pasien berdiri dan stabil, pasien dapat diarahkan menuju kursi apabila kemampuan dan kondisi tubuhnya memungkinkan.
Gerakan sebaiknya dilakukan perlahan. Pendamping perlu memperhatikan posisi kaki pasien dan memastikan tidak ada benda yang menghalangi jalur.
Jika pasien menggunakan alat bantu seperti walker atau tongkat, penggunaannya harus mengikuti petunjuk tenaga kesehatan. Jangan memindahkan pasien dengan cara yang membuat alat bantu kehilangan kestabilannya.
Membantu Pasien Duduk di Kursi
Setelah berada di depan kursi, pasien perlu diposisikan dengan aman sebelum duduk. Pastikan kursi tidak bergerak dan pasien mengetahui bahwa ia akan duduk.
Pasien kemudian dapat diarahkan untuk menurunkan tubuh secara perlahan sesuai kemampuan. Pendamping tetap memberikan pengawasan hingga pasien benar-benar duduk dengan stabil.
Setelah pasien duduk, periksa kembali posisi tubuhnya. Pastikan kaki berada pada posisi nyaman dan pasien tidak berada terlalu dekat dengan tepi kursi.
Bagaimana Jika Pasien Menggunakan Kursi Roda?
Jika pasien dipindahkan ke kursi roda, keamanan kursi roda harus diperhatikan sebelum perpindahan dimulai.
Pastikan rem kursi roda aktif dan posisi kursi berada pada tempat yang memungkinkan pasien berpindah dengan aman. Bagian yang menghalangi perpindahan juga perlu disesuaikan jika memang dirancang untuk dipindahkan.
Namun, teknik transfer kursi roda tidak boleh dipaksakan kepada pasien yang tidak mampu menopang tubuhnya. Pasien dengan keterbatasan berat dapat membutuhkan alat transfer khusus atau bantuan beberapa orang yang telah mendapatkan pelatihan.
Dalam panduan moving and handling, NHS juga menjelaskan bahwa penggunaan alat bantu seperti transfer board, stand aid, atau hoist dapat diperlukan pada kondisi tertentu dan penggunaannya harus dilakukan dengan teknik yang tepat.
Jangan Mengangkat Pasien Secara Paksa
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah mencoba mengangkat seluruh tubuh pasien dengan menggunakan tenaga pendamping.
Cara tersebut dapat berbahaya karena berat tubuh pasien dapat membuat pendamping kehilangan keseimbangan atau mengalami cedera punggung. Pasien juga dapat mengalami cedera apabila tubuhnya ditarik atau diangkat dengan posisi yang salah.
Jika pasien tidak mampu membantu proses perpindahan, sebaiknya gunakan metode dan alat bantu yang sesuai berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Perhatikan Risiko Jatuh Selama Proses Pemindahan
Perpindahan dari tempat tidur ke kursi merupakan aktivitas yang perlu mendapatkan perhatian karena pasien dapat kehilangan keseimbangan ketika duduk, berdiri, atau berputar.
Risiko tersebut dapat meningkat pada pasien lansia, pasien dengan gangguan keseimbangan, atau pasien yang pernah mengalami jatuh.
Karena itu, proses pemindahan sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru. Keselamatan pasien lebih penting daripada menyelesaikan perpindahan dengan cepat.
Perhatikan Kondisi Pasien Setelah Duduk
Setelah pasien berhasil berpindah ke kursi, jangan langsung meninggalkan pasien. Pastikan pasien duduk dengan posisi stabil dan nyaman.
Perhatikan apakah pasien mengalami:
- Pusing.
- Mual.
- Kelemahan tiba-tiba.
- Nyeri.
- Sesak napas.
- Kehilangan keseimbangan.
- Perubahan kesadaran.
Jika pasien mengalami keluhan yang tidak biasa atau kondisi yang terlihat serius, segera cari bantuan medis sesuai kebutuhan.
Pemindahan yang berhasil bukan hanya berarti pasien sudah berada di kursi, tetapi juga memastikan pasien tetap aman setelah proses tersebut selesai.
Alat Bantu yang Dapat Digunakan
Pada pasien tertentu, alat bantu dapat membuat proses perpindahan lebih aman. Jenis alat yang digunakan bergantung pada kemampuan pasien dan hasil penilaian tenaga kesehatan.
Beberapa alat yang dapat digunakan dalam kondisi tertentu antara lain:
- Kursi roda.
- Transfer board.
- Transfer belt atau handling belt.
- Standing aid.
- Hoist.
- Slide sheet untuk kebutuhan pemindahan tertentu.
Tidak semua alat cocok untuk semua pasien. Alat seperti hoist atau sling juga membutuhkan pengetahuan dan pelatihan khusus dalam penggunaannya.
Karena itu, keluarga sebaiknya tidak menggunakan alat pemindahan hanya berdasarkan perkiraan sendiri. Panduan NHS mengenai moving and handling menjelaskan bahwa penggunaan alat bantu perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan teknik yang benar.
Kapan Keluarga Sebaiknya Meminta Bantuan Tenaga Profesional?
Keluarga sebaiknya mempertimbangkan bantuan tenaga profesional apabila pasien membutuhkan bantuan pemindahan secara rutin atau memiliki keterbatasan berat.
Hal ini terutama penting apabila pasien:
- Tidak mampu berdiri sendiri.
- Tidak mampu menopang berat badan.
- Memiliki riwayat sering jatuh.
- Mengalami kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
- Mengalami gangguan keseimbangan berat.
- Mengalami cedera atau baru menjalani operasi.
- Membutuhkan alat bantu khusus.
- Memiliki berat badan yang membuat pemindahan manual sulit dilakukan.
- Membutuhkan dua orang atau lebih untuk berpindah.
Peran Pendamping dalam Membantu Mobilitas Pasien
Pendamping tidak hanya membantu pasien berpindah dari tempat tidur ke kursi. Dalam perawatan sehari-hari, pendamping juga dapat membantu pasien melakukan aktivitas lain yang membutuhkan mobilitas.
Misalnya, membantu pasien berpindah ke kamar mandi, duduk di meja makan, melakukan aktivitas ringan, atau kembali ke tempat tidur.
Pendamping juga dapat memperhatikan perubahan kemampuan pasien. Jika pasien yang sebelumnya masih mampu berdiri tiba-tiba tidak dapat menopang tubuhnya, perubahan tersebut perlu diperhatikan dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
SA3 Home Care untuk Pendampingan Pasien di Rumah
Membantu pasien berpindah dari tempat tidur ke kursi dapat menjadi tantangan bagi keluarga, terutama jika pasien membutuhkan bantuan beberapa kali dalam sehari. Kesalahan teknik juga dapat membahayakan pasien maupun anggota keluarga yang membantu.
SA3 Home Care dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan pasien di rumah. Dengan adanya pendamping, aktivitas sehari-hari pasien dapat dibantu sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Pendamping juga dapat membantu pasien dalam aktivitas lain seperti berjalan, mandi, makan, menggunakan toilet, serta aktivitas sehari-hari yang membutuhkan bantuan.
Kesimpulan
Cara membantu pasien berpindah dari tempat tidur ke kursi perlu dilakukan dengan memperhatikan kemampuan pasien, kondisi fisik, keamanan lingkungan, serta teknik pemindahan yang tepat.
Sebelum memindahkan pasien, pastikan area sekitar aman, kursi berada pada posisi yang sesuai, dan pasien memahami proses yang akan dilakukan. Jika pasien masih mampu membantu dengan kekuatan tubuhnya sendiri, berikan kesempatan untuk berpartisipasi sesuai kemampuan.
Hindari mengangkat atau menarik tubuh pasien secara paksa. Pasien yang tidak mampu berdiri atau menopang berat badan dapat membutuhkan alat bantu atau bantuan tenaga profesional.
Dengan teknik yang tepat dan pendampingan yang sesuai, proses berpindah dari tempat tidur ke kursi dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman. Bagi keluarga yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas perawatan sehari-hari, layanan SA3 Home Care dapat membantu memberikan pendampingan pasien di rumah sesuai kebutuhan.
Pesan Layanan SA3 Home Care
Jika keluarga membutuhkan tenaga pendamping untuk perawatan pasien di rumah, Anda dapat berkonsultasi dengan SA3 Home Care mengenai kondisi dan kebutuhan pasien.
Sampaikan kondisi pasien, aktivitas yang membutuhkan bantuan, tingkat kemandirian, jadwal keluarga, serta durasi pendampingan yang diharapkan agar layanan dapat disesuaikan.
Untuk pemesanan secara digital, keluarga juga dapat menggunakan ihomecare.id sebagai jalur pemesanan layanan home care.
SA3 Home Care
🌐 Website: jasaperawatbandung.com
📷 Instagram: @sa3homecare
📱 Pemesanan digital: ihomecare.id
📞 Hubungi SA3 Home Care melalui WhatsApp untuk konsultasi dan pemesanan layanan.
Mengenal ihomecare.id
ihomecare.id merupakan jalur pemesanan digital yang dapat digunakan keluarga untuk mencari dan memesan layanan home care.
Keluarga dapat menggunakan jalur digital tersebut untuk memulai proses pemesanan caregiver maupun perawat home care dari rumah.
Dengan adanya ihomecare.id sebagai jalur pemesanan digital, keluarga memiliki pilihan tambahan ketika membutuhkan tenaga pendamping untuk membantu perawatan atau aktivitas pasien di rumah.
