Perawatan Pasien Lansia yang Membutuhkan Bantuan Aktivitas Harian

Seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik, keseimbangan, penglihatan, daya ingat, dan mobilitas lansia dapat mengalami perubahan. Kondisi tersebut membuat sebagian lansia membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mandi, berpakaian, makan, menggunakan toilet, berpindah dari tempat tidur ke kursi, atau berjalan di dalam rumah.

Namun, kebutuhan bantuan setiap lansia berbeda. Ada yang masih mampu melakukan sebagian besar aktivitas secara mandiri, sedangkan lainnya membutuhkan pendampingan lebih banyak. Karena itu, perawatan perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing lansia.

WHO menjelaskan bahwa kemampuan fungsional pada lansia berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, bergerak, mengambil keputusan, serta melakukan aktivitas yang memiliki arti dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang tepat, lansia tetap dapat mempertahankan kemampuan yang masih dimilikinya.

Apa yang Dimaksud dengan Aktivitas Harian pada Lansia?

Aktivitas harian adalah berbagai kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan menjalani kehidupan sehari-hari. Pada lansia, beberapa aktivitas dapat menjadi lebih sulit akibat penurunan kekuatan tubuh, keseimbangan, mobilitas, penglihatan, atau kemampuan kognitif.

Aktivitas dasar sehari-hari dapat meliputi:

  • Makan dan minum.
  • Mandi.
  • Menggunakan toilet.
  • Memakai dan melepas pakaian.
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Berpindah dari tempat tidur ke kursi.
  • Berdiri dan berjalan.
  • Mempertahankan posisi tubuh.

Selain aktivitas dasar, terdapat pula aktivitas yang membantu lansia tetap mandiri di lingkungan rumah. Contohnya menyiapkan makanan, menggunakan telepon, berbelanja, mengatur obat, melakukan pekerjaan rumah ringan, dan mengelola kebutuhan pribadi.

Oleh sebab itu, penilaian kemampuan lansia sebaiknya tidak hanya melihat apakah seseorang dapat berjalan, tetapi juga bagaimana ia menjalankan berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Lansia Membutuhkan Bantuan Aktivitas Harian?

Kebutuhan bantuan dapat muncul karena berbagai faktor. Penurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan, masalah penglihatan, penyakit tertentu, cedera, keterbatasan gerak, maupun perubahan kemampuan kognitif dapat memengaruhi kemandirian lansia.

Sebagai contoh, seorang lansia mungkin masih dapat makan sendiri tetapi membutuhkan bantuan untuk menyiapkan makanan. Lansia lainnya mungkin mampu berjalan menggunakan alat bantu, tetapi memerlukan pendampingan ketika mandi atau naik tangga.

Karena itu, bantuan sebaiknya diberikan sesuai kebutuhan. Tujuannya bukan mengambil alih seluruh aktivitas, melainkan membantu bagian yang memang sudah sulit dilakukan dan menjaga lansia tetap aman.

1. Kenali Kemampuan Lansia Sebelum Memberikan Bantuan

Sebelum membantu, perhatikan aktivitas apa saja yang masih dapat dilakukan lansia secara mandiri. Identifikasi pula aktivitas yang membutuhkan bantuan sebagian atau bantuan penuh.

Pendekatan ini membantu keluarga memberikan dukungan secara tepat. Lansia yang masih mampu melakukan suatu aktivitas sebaiknya tetap diberikan kesempatan untuk melakukannya.

Kemampuan tersebut juga perlu dipantau dari waktu ke waktu. Apabila terjadi penurunan kemampuan yang cukup jelas, keluarga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab dan kebutuhan perawatannya.

2. Dampingi Lansia Saat Bangun dan Berpindah

Berpindah dari tempat tidur ke kursi atau berdiri dari posisi duduk dapat menjadi aktivitas yang cukup sulit bagi lansia dengan kekuatan dan keseimbangan yang menurun.

Berikan waktu kepada lansia untuk mengubah posisi secara perlahan. Pastikan area di sekitar tempat tidur bebas dari barang yang dapat menghalangi pergerakan.

Jika menggunakan tongkat, walker, atau alat bantu lainnya, pastikan alat tersebut sesuai dengan kebutuhan dan digunakan dengan cara yang benar. Hindari menarik tubuh lansia secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan.

 Bantu Lansia Saat Mandi dan Menjaga Kebersihan Diri

Mandi merupakan salah satu aktivitas yang membutuhkan perhatian khusus karena lantai atau permukaan kamar mandi dapat menjadi licin. Risiko jatuh juga dapat meningkat ketika lansia harus berdiri, duduk, atau berpindah di ruang yang sempit.

Siapkan perlengkapan mandi sebelum aktivitas dimulai agar lansia tidak perlu mencari atau mengambil barang ketika sedang berada di kamar mandi.

Jika lansia membutuhkan bantuan, berikan pendampingan sesuai kebutuhannya. Area kamar mandi juga dapat dilengkapi pencahayaan yang cukup dan pegangan pada lokasi yang diperlukan.

 Ciptakan Rumah yang Aman untuk Lansia

Lingkungan rumah yang aman dapat membantu lansia bergerak dengan lebih percaya diri. Penataan rumah juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko jatuh.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Singkirkan barang yang berserakan di lantai.
  • Hindari karpet kecil yang mudah bergeser.
  • Pastikan lantai tetap kering.
  • Gunakan pencahayaan yang cukup.
  • Pastikan tangga memiliki pegangan yang aman.
  • Atur perabot agar jalur berjalan lebih luas.
  • Letakkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dijangkau.
  • Perhatikan keamanan kamar mandi.

Menurut CDC, menghilangkan benda yang dapat membuat seseorang tersandung, memperbaiki pencahayaan, dan memasang pegangan di area tertentu merupakan bagian dari upaya pencegahan jatuh pada lansia.

 Dampingi Lansia Saat Berjalan

Jika lansia masih mampu berjalan, aktivitas tersebut tidak perlu langsung dihentikan hanya karena adanya kekhawatiran terhadap risiko jatuh.

Sebaliknya, bantu lansia berjalan dalam kondisi yang aman dan sesuai kemampuannya. Pendamping dapat berada di dekat lansia ketika melewati area yang berisiko, seperti kamar mandi, tangga, atau permukaan lantai yang berbeda.

Penggunaan alat bantu juga perlu disesuaikan dengan kondisi lansia. Jika diperlukan, tenaga kesehatan atau fisioterapis dapat membantu menentukan alat yang tepat dan mengajarkan cara penggunaannya.

 Dukung Aktivitas Fisik Sesuai Kemampuan Lansia

Lansia yang membutuhkan bantuan aktivitas harian tetap membutuhkan kesempatan untuk bergerak sesuai kemampuan. Aktivitas fisik yang tepat dapat membantu mempertahankan fungsi tubuh dan mendukung kemandirian.

Bentuk aktivitas dapat disesuaikan dengan kondisi lansia. Kegiatan sederhana seperti berjalan, latihan kekuatan ringan, atau latihan keseimbangan dapat dilakukan apabila sesuai dengan kemampuan dan anjuran tenaga kesehatan.

Namun, jangan memberikan latihan tertentu secara sembarangan. Lansia dengan penyakit atau keterbatasan tertentu mungkin memerlukan penyesuaian aktivitas.

 Perhatikan Risiko Jatuh pada Lansia

Jatuh dapat menyebabkan cedera dan membuat lansia takut untuk kembali bergerak. Karena itu, pencegahan jatuh perlu menjadi bagian dari perawatan sehari-hari.

Selain memperbaiki kondisi rumah, perhatikan pula keseimbangan, penglihatan, alas kaki, penggunaan obat, dan kondisi kesehatan lansia.

Apabila lansia sering merasa pusing, mengantuk setelah menggunakan obat, atau pernah mengalami jatuh, kondisi tersebut sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan.

 Perhatikan Kondisi Penglihatan Lansia

Gangguan penglihatan dapat membuat lansia kesulitan mengenali benda di sekitar. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko tersandung atau jatuh.

Pastikan area rumah memiliki pencahayaan yang cukup, terutama pada kamar tidur, tangga, kamar mandi, dan jalur menuju toilet.

Pemeriksaan mata secara berkala juga penting untuk mengetahui apakah lansia membutuhkan kacamata atau pemeriksaan lebih lanjut.

 Perhatikan Penggunaan Obat Lansia

Lansia dapat menggunakan beberapa jenis obat secara bersamaan. Sebagian obat dapat menimbulkan efek seperti pusing atau mengantuk yang berpotensi memengaruhi keseimbangan.

Keluarga dapat membantu mengingatkan jadwal obat dan memastikan penggunaannya sesuai resep. Jangan mengubah dosis, menambah obat, atau menghentikan pengobatan tanpa arahan tenaga kesehatan.

Jika muncul perubahan kondisi setelah penggunaan obat tertentu, segera konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

 Berikan Kesempatan Lansia untuk Tetap Mandiri

Memberikan bantuan bukan berarti mengambil alih seluruh aktivitas lansia.

Jika lansia masih mampu makan, memilih pakaian, menyisir rambut, atau melakukan aktivitas sederhana lainnya, biarkan mereka melakukannya sendiri. Pendamping dapat membantu ketika lansia mengalami kesulitan atau berada dalam situasi yang berisiko.

Dengan cara tersebut, lansia tetap memiliki kesempatan untuk mempertahankan kemampuan yang masih dimiliki.

 Pantau Perubahan Kemampuan Lansia

Kemampuan lansia dapat berubah secara bertahap. Karena itu, keluarga perlu memperhatikan perubahan dalam aktivitas sehari-hari.

Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Lansia mulai sulit berjalan.
  • Lebih sering kehilangan keseimbangan.
  • Mulai membutuhkan bantuan saat makan.
  • Kesulitan mandi atau berpakaian.
  • Sulit bangun dari tempat tidur atau kursi.
  • Mulai lupa menggunakan obat.
  • Membutuhkan bantuan menggunakan toilet.
  • Lebih mudah lelah saat melakukan aktivitas sederhana.

Informasi tersebut dapat membantu keluarga mengetahui apakah kebutuhan pendampingan lansia mulai meningkat.

Perhatikan Kondisi Psikologis Lansia

Ketergantungan pada orang lain dapat membuat sebagian lansia merasa tidak berdaya, malu, frustrasi, atau takut menjadi beban keluarga.

Karena itu, komunikasi menjadi bagian penting dalam memberikan bantuan. Hindari memperlakukan lansia seolah-olah tidak mampu melakukan apa pun.

Berikan pilihan sederhana ketika memungkinkan. Misalnya, biarkan lansia memilih pakaian, menentukan waktu mandi, atau memilih aktivitas ringan yang ingin dilakukan.

Sikap menghargai dapat membantu lansia tetap merasa dilibatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kapan Lansia Membutuhkan Bantuan Lebih Intensif?

Kebutuhan pendampingan dapat meningkat ketika lansia tidak lagi mampu melakukan beberapa aktivitas dasar dengan aman.

Bantuan lebih intensif dapat dipertimbangkan apabila lansia:

  • Membutuhkan bantuan hampir setiap kali berpindah.
  • Memiliki risiko jatuh yang tinggi.
  • Tidak mampu mandi atau menggunakan toilet sendiri.
  • Membutuhkan bantuan saat makan dan minum.
  • Mengalami gangguan penglihatan atau keseimbangan.
  • Membutuhkan bantuan dalam mengatur penggunaan obat.
  • Memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan pemantauan.
  • Tidak memiliki anggota keluarga yang dapat mendampingi secara rutin.

WHO menjelaskan bahwa layanan perawatan jangka panjang dapat membantu lansia yang mengalami penurunan kemampuan fungsional dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Peran Keluarga dan Caregiver dalam Perawatan Lansia

Keluarga dan caregiver memiliki peran penting dalam membantu lansia menjalani aktivitas harian dengan aman.

Pendamping tidak hanya membantu aktivitas fisik. Mereka juga dapat membantu mengatur jadwal, mengingatkan obat, menjaga keamanan rumah, menemani pemeriksaan, serta memperhatikan perubahan kondisi lansia.

Di sisi lain, caregiver juga perlu memperhatikan kemampuan dirinya sendiri. Perawatan lansia yang membutuhkan bantuan dalam banyak aktivitas dapat menghabiskan waktu dan tenaga.

Pembagian tugas dengan anggota keluarga lain atau penggunaan bantuan profesional dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan perawatan semakin besar.

Peran Home Care dalam Membantu Aktivitas Harian Lansia

Ketika lansia membutuhkan pendampingan secara rutin, layanan home care dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu keluarga memberikan perawatan di rumah.

Dukungan dapat disesuaikan dengan kebutuhan lansia, seperti pendampingan aktivitas sehari-hari, bantuan mobilitas, menjaga kebersihan diri, menemani makan, atau membantu aktivitas lain sesuai kompetensi tenaga yang memberikan layanan.

Dengan dukungan yang tepat, keluarga dapat lebih terbantu dalam memastikan kebutuhan lansia tetap diperhatikan. Pada saat yang sama, lansia tetap dapat menjalankan aktivitas yang masih mampu dilakukan secara mandiri.

Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Merawat Lansia

Beberapa kebiasaan dapat membuat proses perawatan menjadi kurang efektif atau meningkatkan risiko masalah bagi lansia.

Memberikan bantuan untuk semua aktivitas.
Jika lansia masih mampu melakukan suatu kegiatan sendiri, berikan kesempatan untuk melakukannya.

Memaksa lansia melakukan aktivitas.
Sesuaikan aktivitas dengan kemampuan, kondisi kesehatan, dan anjuran tenaga kesehatan.

Menarik atau mengangkat tubuh lansia secara tiba-tiba.
Bantu proses berpindah secara perlahan dan aman.

Membiarkan rumah dalam kondisi berantakan.
Barang yang berserakan dapat menghambat pergerakan dan meningkatkan risiko jatuh.

Mengubah penggunaan obat tanpa konsultasi.
Pengobatan harus mengikuti instruksi tenaga kesehatan.

Mengabaikan perubahan kemampuan lansia.
Perubahan yang baru muncul atau semakin berat perlu diperhatikan dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Kesimpulan

Perawatan lansia yang membutuhkan bantuan aktivitas harian perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan, kenyamanan, kebutuhan, dan kemampuan lansia. Bantuan dapat diberikan pada aktivitas seperti mandi, berpakaian, makan, menggunakan toilet, berpindah, dan berjalan sesuai tingkat kemandirian masing-masing.

Keluarga atau caregiver sebaiknya tidak langsung mengambil alih seluruh aktivitas. Sebaliknya, berikan kesempatan kepada lansia untuk melakukan kegiatan yang masih mampu dilakukan secara mandiri sambil memberikan bantuan pada bagian yang memang membutuhkan dukungan.

Selain pendampingan aktivitas, keamanan rumah, pencegahan jatuh, aktivitas fisik, penggunaan obat, kondisi penglihatan, dan kondisi psikologis juga perlu diperhatikan. Jika kebutuhan perawatan semakin kompleks, dukungan tenaga profesional atau layanan home care dapat membantu keluarga memberikan pendampingan yang lebih terarah di rumah.

Pesan Layanan SA3 Home Care

Jika keluarga membutuhkan tenaga pendamping untuk perawatan pasien di rumah, Anda dapat berkonsultasi dengan SA3 Home Care mengenai kondisi dan kebutuhan pasien.

Sampaikan kondisi pasien, aktivitas yang membutuhkan bantuan, tingkat kemandirian, jadwal keluarga, serta durasi pendampingan yang diharapkan agar layanan dapat disesuaikan.

Untuk pemesanan secara digital, keluarga juga dapat menggunakan ihomecare.id sebagai jalur pemesanan layanan home care.

SA3 Home Care

🌐 Website: jasaperawatbandung.com
📷 Instagram: @sa3homecare
📱 Pemesanan digital: ihomecare.id
📞 Hubungi SA3 Home Care melalui WhatsApp untuk konsultasi dan pemesanan layanan.

Mengenal ihomecare.id

ihomecare.id merupakan jalur pemesanan digital yang dapat digunakan keluarga untuk mencari dan memesan layanan home care.

Keluarga dapat menggunakan jalur digital tersebut untuk memulai proses pemesanan caregiver maupun perawat home care dari rumah.

Dengan adanya ihomecare.id sebagai jalur pemesanan digital, keluarga memiliki pilihan tambahan ketika membutuhkan tenaga pendamping untuk membantu perawatan atau aktivitas pasien di rumah.

Konsultasi Sekarang